Pasaran adalah siklus lima hari yang berjalan terus-menerus dalam kalender Jawa, tanpa berhenti saat bulan atau tahun berganti. Urutannya selalu tetap: Legi → Pahing → Pon → Wage → Kliwon, lalu kembali ke Legi.
Mengapa Pasaran Selalu Berurutan
Karena ada 5 pasaran dan 7 hari dalam sepekan, kombinasi hari dan pasaran akan berulang setiap 35 hari (kelipatan persekutuan 5 dan 7). Artinya, tanggal dengan weton yang sama muncul setiap 35 hari.
Contoh: jika hari ini Senin Pahing, maka 35 hari lagi juga Senin Pahing.
Cara Menentukan Pasaran Secara Manual
Ada dua pendekatan:
1. Metode Referensi Tanggal
Carilah satu tanggal yang sudah diketahui pasaran-nya sebagai patokan. Lalu:
- Hitung selisih hari antara tanggal target dan tanggal patokan.
- Modulo dengan 5 — ambil sisa bagi selisih tersebut dibagi 5.
- Geser urutan pasaran sebanyak sisa tersebut dari patokan.
Contoh: patokan tanggal 17 Agustus 2026 adalah Pahing. Untuk tanggal 20 Agustus 2026:
- Selisih = 3 hari.
- 3 % 5 = 3.
- Dari Pahing geser 3 langkah: Pahing → Pon (1) → Wage (2) → Kliwon (3).
- Jadi 20 Agustus 2026 berpasaran Kliwon.
2. Metode Rumus Julian Day
Secara astronomis, pasaran dihitung dari Julian Day (JD) dengan rumus:
pasaran = PASARAN[(JD + 1) mod 5]
dengan PASARAN = [Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon]. Metode ini dipakai aplikasi kalkulator karena akurat untuk tanggal berapa pun.
Contoh Urutan Pasaran Sepanjang Sepekan
| Tanggal (2026) | Hari | Pasaran | Weton |
|---|---|---|---|
| 17 Agustus | Senin | Pahing | Senin Pahing |
| 18 Agustus | Selasa | Pon | Selasa Pon |
| 19 Agustus | Rabu | Wage | Rabu Wage |
| 20 Agustus | Kamis | Kliwon | Kamis Kliwon |
| 21 Agustus | Jumat | Legi | Jumat Legi |
Perhatikan: pasaran berjalan terus meski hari berganti — itulah inti siklus lima hari.
Gunakan Cek Weton Otomatis
Perhitungan manual rawan salah, apalagi untuk tanggal puluhan tahun ke belakang. Gunakan fitur Cek Weton di Kalender Edukasi — masukkan tanggal berapa pun, dan hasilnya langsung menampilkan hari, pasaran, weton, serta neptu-nya.
Mengetahui pasaran bukan hanya soal tradisi — banyak orang menggunakannya untuk menentukan hari baik hajatan, pindah rumah, hingga perhitungan jodoh. Pastikan datanya akurat!


